Selasa, 17 Juli 2012

Imam Alghazali Bertanya Kepada Muridnya


(dikutip dari mutiarahati.blogsome.com)

Suatu ketika Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya di suatu majlis.
Imam Al-Ghazali bertanya, “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
 Empat murid beliu menjawab berturut-turut,”Orang-tua atau guru atau teman atau kaum kerabat.” Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa jawaban tersebut benar. Tetapi yang paling dekat adalah MATI. Mengapa? Sebab itu janji Allah, bahwa setiap yang bernyawa itu pasti akan mati , Allah berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran: 185).
Lalu beliau bertanya kembali,”Apakah yang paling jauh dari kita di dunia ini?” Keempat murid beliau menjawab berturut-turut,”Negeri Cina, bulan, matahari dan bintang.” Penegasan Imam Al-Ghazali, “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok, dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai tuntunan agama.” Beliau melanjutkan pertanyaannya, ” Apa yang paling besar di dunia ini?” Tiga orang murid beliau menjawab, “Gunung,matahari, dan bumi.” Penegasan Imam Al-Ghazali, “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang besar sekali adalag hawa nafsu
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya : Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf 179).
Maka, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu kita, jangan sampai nafsu itu membawa kita nanti ke neraka. ” “Apa yang paling berat di dunia ini?” Tiga murid beliau menjawab “Baja, besi dan gajah.” Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa semua itu benar. Tetapi, lanjut beliau, yang paling berat adalah memegang amanah
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan,binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu. Ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Tapi manusia dengan sombongnya berebut menyanggupi permintaan tersebut. Sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.
Terakhir Imam Al-Ghazali bertanya“Apa yang paling ringan di dunia ini?” Keempat murid beliau menjawab berturut-turut, kapas, angin, debu, daun-daunan. Tanggapan Imam Al-Ghazali atas jawaban tersebut, “Semua jawaban kamu benar.” Tetapi, lanjut beliau, yang paling ringan sekali adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita dan urusan dunia, kita tinggalkan sholat. Beliau kembali bertanya,”Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?” Murid-murid beliau dengan serentak menjawab, “Pedang!” Imam Al-Ghazali menanggapi bahwa jawaban tersebut benar. Namun, kata beliau, yang paling tajam didunia ini adalah lidah manusia. “Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti dan melukai perasaan sesemanya sendiri.” Mudah-mudahan kita semua bisa memetik hikmah dari semua itu. AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar