Senin, 18 Agustus 2014

Materi PAI Kelas XII SMK Negeri Kalibaru



A. Pengertian Toleransi
             Diantara ajaran bermasyarakat yang penting  dalam agama Islam adalah perintah untuk menerapkan sikap toleransi. Bersikap toleransi adalah menciptakan rasa nyaman dalam hidup berdampingan bersama penganut agama lain, sehingga masing-masing dapat menerapkan ajaran agamanya.
            Islam mewajibkan pada umatnya untuk mendakwahkan agamanya, tetapi melarang memaksakan  untuk mengikutinya kepada orang lain. Sebab keyakinan pada hakikatnya merupakan hidayah dari Alloh swt, sekalipun seseorang harus mengupayakan pada dirinya sendiri.
}§øŠ©9 šøn=tã óOßg1yèd £`Å6»s9ur ©!$# Ïôgtƒ ÆtB âä!$t±o 3
QS.Al-Baqoroh/2:272 “bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya”.
           
B. Batasan Obyek Toleransi
            Sebagaimana telah disebutkan bahwa toleransi beragama sebenarnya lebih dapat diterapkan dalam urusan sosial kemasyarakatan. Hal ini telah dicontohkan Nabi Muhammad saw ketika berinteraksi dengan orang-orang non muslim.
Pernah dikabarkan bahwa Asma; putri Abu Bakar ra menolak bertemu ibunya yang nonmuslim. Peristiwa itu sampai ke telinga Rosulullah saw maka beliau memerintahkan Asma’ supaya menemui dan menghormati ibunya tersebut sekalipun dia berstatus non muslim. Hal ini sama juga ketika Nabi saw dan para shohabat sedang berkumpul, ada sekelompok orang Yahudi lewat memebawa jenazah. Maka Rosulullah saw berdiri untuk memberi penghormatan kepada jenazah yang lewat. Lalu salah seorang shohabat berkata .”Wahai Rosulullah, bukankah mereka adalah orang Yahudi ?” Rosulullah menjawab, “Bukankah mereka juga manusia ?”
Namun ketika menyangkut urusan keyakinan dan peribadatan, maka toleransi agama tidak boleh lagi diterapkan. Tidak boleh mencampuradukkan antara ajaran agama yang satu dengan yang lainnya. Allah swt telah berfirman yang tercantum dalam QS.Al-Kafirun / 109:1-6 berikut ini:
ö@è% $pkšr'¯»tƒ šcrãÏÿ»x6ø9$# ÇÊÈ   Iw ßç6ôãr& $tB tbrßç7÷ès? ÇËÈ   Iwur óOçFRr& tbrßÎ7»tã !$tB ßç7ôãr& ÇÌÈ   Iwur O$tRr& ÓÎ/%tæ $¨B ÷Lnt6tã ÇÍÈ   Iwur óOçFRr& tbrßÎ7»tã !$tB ßç6ôãr& ÇÎÈ   ö/ä3s9 ö/ä3ãYƒÏŠ uÍ<ur ÈûïÏŠ ÇÏÈ  
óOçFRr&
wur
ÇËÈ  brßç7÷ès?
$tB
ßç6ôãr&
Iw
šÇÊÈcrãÏÿ»x6ø9$#
$pkšr'¯»tƒ
@è%
kalian
Dan tidak
kalian sembah
apa
Aku menyembah
tidak
org-org yg kafir
wahai
Katakanlah
ÇÍÈ
Lnt6tã
$¨B
Î/%tæ
$tRr&
wur
ßÇÌÈ ç7ôãr&
!$tB
brßÎ7»tã

kalian sembah
apa yang
penyembah
aku
Dan tidak
aku sembah
apa yang
penyembah
ÇÏÈ  ûïÏŠ
َÍ<َr
ö/ä3ãYƒÏŠ
/ä3s9
ُÇÎÈ ç7ôãr&
$tB
brßÎ7»tã
ْOçFRr&
wur
agamaku
& bagiku
agama kalian
bagi kalian
aku sembah
apa yang
penyembah
kalian
dan tidak

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rosulullah saw , dimana beliau dengan teguh telah mempertahankan kemurnian ajaran tauhid ketika diajak kompromi oleh orang-orang kafir Quroisy dalam beribadah. Demikian Islam mengajarkan toleransi dan memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk memeluk agama. Allah sendiri berfirman QS.Al-Baqoroh/2:256 :
Iw on#tø.Î) Îû ÈûïÏe$!$# ( s% tû¨üt6¨? ßô©9$# z`ÏB ÄcÓxöø9$# 4 `yJsù öàÿõ3tƒ ÏNqäó»©Ü9$$Î/ -ÆÏB÷sãƒur «!$$Î/ Ïs)sù y7|¡ôJtGó$# Íouróãèø9$$Î/ 4s+øOâqø9$# Ÿw tP$|ÁÏÿR$# $olm; 3 ª!$#ur ììÏÿxœ îLìÎ=tæ ÇËÎÏÈ  
256. tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
[162] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

C. Menyikapi Perbedaan
Dalam pergaulan bermasyarakat kadang perbedaan menyeruak ke dalam pembicaraan. Untuk menyikapi keadaan yang demikian Allah swt mengajarkan dengan firman-Nya :
-QS.Yunus/10:40-41
Nåk÷]ÏBur `¨B ß`ÏB÷sム¾ÏmÎ/ Nåk÷]ÏBur `¨B žw ÚÆÏB÷sム¾ÏmÎ/ 4 y7š/uur ÞOn=÷ær& tûïÏÅ¡øÿßJø9$$Î/ ÇÍÉÈ   bÎ)ur x8qç/¤x. @à)sù Ík< Í?yJtã öNä3s9ur öNä3è=yJtã ( OçFRr& tbqä«ÿƒÌt/ !$£JÏB ã@yJôãr& O$tRr&ur Öäü̍t/ $£JÏiB tbqè=yJ÷ès? ÇÍÊÈ  
7š/uur
¾ÏmÎ/
ß`ÏB÷sマw
`¨B
Nåk÷]ÏBur
¾ÏmÎ/
ُ`ÏB÷sãƒ
ْ`¨B
Nåk÷]ÏBur
Dan Tuhanmu
Kepadanya
(al-qur’an)
tidak beriman
orang
dan dari mereka
Kepadanya
(al-qur’an)
beriman
orang
Dan dari mereka
öNä3è=yJtã (
ْNä3s9ur
Í?yJtã
Ík<
@à)sù
8qç/¤x.
bÎ)ur
ÇÍÉÈ  َûïÏÅ¡øÿßJø9$$Î/
On=־r&
pekerjaan kalian
dan bagi kalian
pekerjaan-ku
bagiku
maka katakanlah
mereka mendustakanmu
Dan jika
pd org-org yg berbuat kerusakan
lebih mengetahui
ÇÍÊÈ
tbqè=yJ÷ès?
$£JÏiB
ٌäü̍t/
$tRr&ur
ُ@yJôãr&
$£JÏB
bqä«ÿƒÌt/
OçFRr&

Yg kalian kerjakan
dari apa
Berlepas diri
dan aku
yg aku kerjakan
dari apa
berlepas diri
Kalian

40. di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. 41. jika mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah: "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan".

-QS.Al-Kahfi/18:29
È@è%ur ,ysø9$# `ÏB óOä3În/§ ( `yJsù uä!$x© `ÏB÷sãù=sù ÆtBur uä!$x© öàÿõ3uù=sù 4 !$¯RÎ) $tRôtGôãr& tûüÏJÎ=»©à=Ï9 #·$tR xÞ%tnr& öNÍkÍ5 $ygè%ÏŠ#uŽß  4 bÎ)ur (#qèVŠÉótGó¡o (#qèO$tóム&ä!$yJÎ/ È@ôgßJø9$%x. Èqô±o onqã_âqø9$# 4 š[ø©Î/ Ü>#uŽ¤³9$# ôNuä!$yur $¸)xÿs?öãB ÇËÒÈ  
@è%urْ
,ysø9$#
ْ`ÏB
óOä3În/§ (
ْ`yJsù
uä!$x©
`ÏB÷sãù=sù
ْ`tBur
ä!$x©َ
öàÿõ3uù=sù 4
Dan katakanlah
kebenaran
dari
Tuhan kalian
maka barang siapa
Yg menghendaki
maka hendaklah beriman
dan barang siapa
Menghen-daki
maka ia kafirlah
$¯RÎ)
$tRôtGôãr&
tûüÏJÎ=»©à=Ï9
#·$tR
َÞ%tnr&
ْNÍkÍ5
$ygè%ÏŠ#uŽß  4
ْbÎ)ur
(#qèVŠÉótGó¡o
#qèO$tóãƒ
sesgghnya
Kami sediakan
bagi org-org dlolim
neraka
meliputi
mereka
asapnya/gejo- laknya
Dan jika
mrk minta minum
Mereka minum
ä!$yJÎ/َ
ِ@ôgßJø9$%x.
Èqô±o
onqã_âqø9$# 4
َ[ø©Î/
>#uŽ¤³9$#
ْNuä!$yur
$¸)xÿs?öãB
ÇËÒÈ

dengan air
Seperti logam mendidih
Mengha-nguskan
wajah
sejelek-jelek
minuman
dan paling buruk
Tempat istirahat
29


29. dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

            Secara garis besar, ada dua macam perbedaan yang terjadi dalam urusan kehidupan manusia dalam mengabdi kepada Allah swt :
1.      Perbedaan Ushuliyah (Prinsip)
            Perbedaan inilah yang menghasilkan perbedaan keyakinan atau agama. Untuk masalah ini, Allah mengutus para nabi dan rosul-Nya untuk meluruskan menuju ke jalan yang benar. Perbedaan Ushuliyah ini hanya ada dua yaitu salah dan benar.
2.   Perbedaan Furu’iyah (Cabang)
            Pada perbedaan ini muncul pada masalah-masalah yang tidak prinsip dan hanya ada pada tataran metode penerapannya saja. Perbedaan ini akibat dari hasil ijtihad dari sumber yang sama.
            Rosulullah saw menyikapi perbedaan pendapat yang terjadi dikalangan shohabat dengan memberikan pembenaran pada masing-masing pihak selama masalahnya pada perbedaan furu’iyah.
            Misalnya perbedaan antara dua kelompok shohabat yangdiutus ke Bani Quroidloh .Salah satu diantara mereka menunaikan sholat Asar di tengah perjalanan dan yang lain sholat setelah sampai di tempat tujuan. Begitu juga sikap Nabi saw terhadap dua shohabat yang berbeda pendapat tentang sholat dengan tayamum kerena tidak ada air, kemudian sebelum habis waktu Asar, mendapati air. Ada yang mengulang sholatnya dan ada yang tidak mengulang sholatnya. Kedua perilaku shohabat sama-sama dibenarkan oleh Rosulullah saw. Demikian ajaran Islam menajarkan bagaimana menyikapi adanya perbedaan pendapat.

Kebenaran dari Allah (agama Islam) telah jelas, yaitu  :
1.      Konsep ketuhanan yang simpel, praktis dan logis (masuk akal).
2.      Kitab suci Al-Qur’an, satu-satunya kitab suci yang dipelihara Allah akan keasliannya, dengan selalu adanya penghafal-penghafal Al-Qur’an yang tersebar di muka bumi ini.
3.      Agama yang lengkap dan sempurna, yaitu pedoman hidup yang telah diteladani oleh Nabi Muhammad saw bersama para shohabatnya, mulai dari hal yang sekecil-kecilnya (misalnya, cara  meludah) sampai mendirikan negara. Yang meliputi tatanan keyakinan(aqidah), tata kehidupan yang bersifat lahiriyah(syari’ah) dan  tata kehidupan yang bersifat batiniyah (akhlaq), serta yang bersifat ghoib (hakikat dan ma’rifat)
4.      Ka’bah dan kota Mekah sebagai pusat (central) ibadah dan tempat mudiknya(hajji) umat manusia sedunia. Memang kita asalnya dari sana.
5.      Bahasa Arab sebagai bahasa agama dan bahasa pemersatu umat Islam sedunia yang kosisten sepanjang masa, artinya seandainya Nabi Muhammad saw datang kembali ke dunia ini maka umat Islam akan dapat bekomunikasi dengannya. Akan tetapi bila Yesus datang ke dunia maka umatnya tak akan mampu berkomunikasi karena bahasanya telah berubah.
6.      Penerus agama para nabi dan rosul sebelumnya.
7.      Mendorong kemajuan zaman, dengan adanya kesesuaian antara agama dengan ilmu pengetahuan modern.
8.      Dari umat Islam ini lahir para pujangga yang ikut memberi saham kemajuan zaman ini.
9.      Dari umat Islam ini lahir para manusia super ( wali-wali Allah ), yang jasad mereka ketika meninggal masih dijaga keutuhannya oleh Allah swt walaupun dalam waktu yang lampau.
10.  Masyarakat Islam sangat menjaga hubungan kekerabatan secara sistematik dan harmonis.
11.  Dan masih banyak lagi.
----ooo000ooo---

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar